//
you're reading...
Movie Review

The Mechanic

The Mechanic (2011)

Film ini release 28 Januari 2011 (USA)

Kisah singkat:

Film ini menceritakan seorang pembunuh bayaran (Arthur Bishop) yang sangat profesional dalam menjalankan aksinya. Setiap pembunuhan yang dilakukannya selalu tidak meninggalkan jejak, sangat rapi, seolah-olah seperti kecelakaan, mati karena obat, bunuh diri, dll. Dia punya 2 bos yang selalu memberi orderan untuk membunuh yaitu Dean dan Harry McKenna . Yang terakhir adalah teman baik si Arthur, dan Steve adalah anak Harry. Polemik terjadi ketika dia disuruh Dean untuk membunuh rekan bisnisnya yaitu Harry. Tugas dilaksanakan dengan baik, dan Harry pun mati di tangan Arthur.  Aksi selanjutnya adalah bagaimana Arthur yang menyesal dan mencari siapa yang memberi order untuk membunuh Harry. Dan pembalasan dendam Steve (anak Harry) mencari siapa yang membunuh ayahnya. Kisah seru selanjutnya tonton sendiri ya…hehe

Pemeran dalam film ini adalah:

Jason StathamJason Statham Jason Statham
Ben FosterBen Foster Ben Foster
Tony GoldwynTony Goldwyn Tony Goldwyn
Donald SutherlandDonald Sutherland Donald Sutherland

Coretan:

Film yang dibintangi Jason Statham (bintang The Expandables, Transporter, The Italian Job) ini sungguh menarik untuk ditonton, aksi-aksinya yang kejam, tanpa ampun, dan demi uang.
The Mechanic sendiri mempunyai arti:

A guy who fix his things, problems, its contracts.  do assignments. Designated targets.

Walaupun dicerita ini digambarkan Arthur juga seorang mekanik mobil yang hobi ngoprek mobilnya sendiri. Kecerdasaan Arthur dalam merencanakan pembunuhan yang bersih sangat luarbiasa, dia juga mengajari  Steve untuk menjadi pembunuh seperti dirinya.

Kalimat yang paling saya sukai di film ini adalah:

“Good judgement comes from experience and all of that comes from bad judgment”

“Victory Loves Preparation” -Amat Victory Curam- (Harry’s Gun)

Intisari yang bisa diambil dari film ini adalah:
-Bisnis hanya mengenal uang dan kepentingan..tidak mengenal kawan.
-Kesombongan, hanya akan menghancurkan diri sendiri.
-Penyesalan selalu ada di akhir cerita. Seorang pembunuh berdarah dingin pun masih mau minta maaf dan masih punya hati.
-Murid (yang sombong) tidak akan melebihi kemampuan Guru’nya.
-Sesuatu yang direncanakan dengan matang, hasilnya pasti akan sempurna.

Victory Loves Preparation

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: