//
you're reading...
Movie Review

Children of Heaven

Sabtu malam yang dingin sepi, menghabiskan waktu dengan nonton film lama yang dibikin tahun 1997 di Iran dan pernah dinominasikan untuk mendapatkan penghargaan Oscar di tahun 1999 dan mendapatkan berbagai penghargaan di berbagai festival film.

Film ini mengisahkan tentang perjuangan seorang anak (9 tahun) yang bertanggung jawab terhadap kesalahan yang telah dilakukannya.

Dikisahkan ada 2 orang anak kecil, Ali dan Zahra (kelas 3 dan 1 SD). Dikisahkan mereka berada di dalam keluarga miskin. Ayahnya bekerja di masjid dan ibunya tidak bekerja dan sedang sakit. Zahra masih punya adik yang masih bayi. Jadi mereka sekeluarga berlima. Ketika ibu mereka sakit, merekalah yang mengasuh bayi dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya ketika ayah bekerja.

Dikisahkan sepatu Zahra rusak, kemudian diperbaiki Ali di tukang sol sepatu. Namun ketika akan dibawa pulang, mampir ke pasar untuk membeli kentang, dan ketika akan mengambil kentang, tas plastik berisi sepatu diletakkan di pinggir warung, dan secara tidak sengaja pemulung plastik mengambil tas plastik yang berisi sepatu Zahra. Ali kebingungan karena sepatu Zahra hilang. Ali bilang ke Zahra agar sepatu yang hilang jangan sampai ayah/ibu tahu, karena pasti akan dimarahi apalagi mereka mengetahui bahwa sang ayah tidak mempunyai uang untuk dapat membeli sepatu baru, Ali dan Zahra sepakat untuk merahasiakan rahasia kecil ini.

Zahra sekolah masuk pagi dan Ali sekolah masuk siang. Untuk sementara Zahra memakai sepatu kakaknya dan tepat setelah bel pulang, dia lari secepatnya untuk menemui kakaknya, si Ali di pinggir gang. Dan Ali pun segera berganti sepatu yang semula dipakai Zahra, dan segera berlari secepat-cepatnya menuju sekolah, dan berkali-kali terlambat. Tiap hari mereka melakukan hal itu : bergantian memakai 1 pasang sepatu. Hebat!!!

Kemudian diceritakan, ada perlombaan lari jarak jauh, yang Ali berminat ikut serta dan sangat termotivasi karena hadiah juara ketiganya adalah sepatu kets, untuk menganti sepatu adiknya yang dihilangkannya. Tak diduga, kebiasaan Ali lari ketika menuju sekolahnya sangat bermanfaat. Kecepatan lari Ali luar biasa karena teringat tanggung jawabnya untuk mengganti sepatu adiknya. Ketika lomba sedang berlangsung, sebenarnya Ali sudah sempat memimpin jauh di posisi pertama di depan saingannya, tapi kemudian melambatkan larinya hanya untuk menjaga agar di posisi ketiga. Ketika kira-kira 100m menjelang finish, Ali dijatuhkan pelari yang ada dibelakangnya. Ali terjatuh, bangkit lagi, dan lari secepat-cepatnya, dan akhirnya malah berhasil finish di posisi pertama, dan berhak mendapat hadiah dua minggu di kamp liburan + satu set pakaian olahraga. Bukannya gembira, tapi Ali sedih karena dia tidak berhasil mendapat hadiah sepatu kets (juara ketiga).

Setelah itu,sekilas diceritakan, ayah Ali dalam perjalanan pulang, dan sudah membawa sepatu baru untuk Ali dan Zahra.

Akhir cerita, dengan gontai Ali pulang dan bersedih karena gagal mendapat hadiah sepatu kets. Sampai dirumah Ali melepas sepatunya yang sudah rusak, dan sambil menangis, merendam kakinya yang melepuh dan berdarah di dalam kolam dan ikan mas memakan luka ali di kakinya. Dan kemudian tiba-tiba Film SELESAI.

Coretanku:

Sayangnya ending cerita ini agak menggantung, karena berakhir dengan SAD ENDING atau HAPPY ENDING, penonton film ini seolah-olah dibikin bingung dan berhak untuk menebak-nebak endingnya menurut versi masing-masing penonton.

Kalau menurut saya, bisa Happy Ending, karena ayahnya sudah membelikan sepatu baru, dan ayahnya pasti akan bangga, Ali bisa juara 1 lomba lari.

Film ini di tampil dengan menonjolkan kehidupan minoritas masyarakat Iran dengan segala suka dukanya, menjadi sebuah sajian drama keluarga yang berbobot, menyentuh, penuh dengan pesan moral dan segala kebaikan yang mampu menjadi contoh teladan bagi siapapun yang menyaksikannya, terlebih bagi penonton anak-anak.

Akting Ali dan Zahra begitu natural, dan sangat menjiwai untuk ukuran anak-anak. Emosi mereka tertumpah dengan sangat baik, tapi agaknya sulit menemui anak seumuran mereka bisa mempunyai jiwa yang besar untuk dapat menjalani hidup seperti itu di kehidupan yang nyata. Tanpa berkesan mengurui, film ini sukses menyampaikan pesannya yaitu sebagai pembelajaran positif bagi anak-anak atau bagi siapapun yang menonton film ini.

Pesan Moral yang bisa ditangkap dari Film ini :

  1. Bertanggungjawablah terhadap sekecil apapun kesalahan yang pernah kita perbuat.
  2. Didalam kemiskinan justru terdapat semangat hidup yang luar biasa.
  3. Bahkan di dalam keluarga miskin, yang penuh keterbatasan ekonomi, bisa ditemukan  kebahagiaan dan keharmonisan hidup antar anggota keluarga, yang mungkin jarang kita temui di kehidupan keluarga kaya dan modern.
  4. Fokus terhadap target dan berusaha keras mencapainya, malah kita akan mendapat sesuatu yang melebihi target semula.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: