//
you're reading...
Inspirasi

Akulah Sang Mercusuar

Pada suatu malam yang berkabut di lautan, seorang nakhoda kapal melihat sesuatu yang mirip dengan lampu sebuah kapal lain menuju ke arah kapalnya. Dia menyuruh anak buahnya menghubungi kapal itu dengan memberikan sinyal berupa cahaya.

Pesannya adalah:  “Ubah halauanmu sepuluh derajat ke selatan.”
Jawabannya:  “Ubah halauanmu sepuluh derajat ke selatan.”

Lalu nakhoda itu menjawab: “Aku nakhoda disini, jadi kamulah yang harus mengubah halauanmu sepuluh derajat ke selatan.”
Jawaban: “Aku pelaut kelas satu-ubahlah halauanmu sepuluh derajat ke selatan.”

Jawaban itu membuat  sang nakhoda murka, sehingga dia membalas sinyal itu kembali: “Aku kapal perang-ubah halauanmu sepuluh derajat ke selatan.”
Jawaban: “Dan aku mercusuar. Ubah halauanmu sepuluh derajat ke selatan.”

Kisah yang lucu.hahaha
Ukuran kapal maupun jabatan tidak ada artinya. Mercusuar tidak bisa mengubah halauannya. Halauannya permanen, tetap. Hanya si nakhodalah yang memiliki pilihan apakah akan mengubah atau tidak mengubah halauannya.

Mercusuar ibarat prinsip. Prinsip tidak bisa diotak-atik; prinsip bersifat universal dan abadi. Prinsip tidak berubah. Prinsip tidak memandang usia, ras, keyakinan, gender, atau status.
Seperti mercusuar, prinsip seperti pedoman yang permanen, dan setiap orang bisa menetapkan ke arah yang dituju, baik ketika sedang ada badai maupun dalam keadaan tenang, baik ketika gelap maupun terang.

Jadi, apakah kamu adalah sang mercusuar ????

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: