//
you're reading...
Inspirasi

Jadilah Manusia Gagal

Ada seorang anak kecil kelas 5 SD yang dididik oleh neneknya yang renta, disebuah kota Purworejo – Jawa Tengah,  Gembul, begitu teman teman memanggilnya karena badannya tergolong besar untuk anak seusianya.

Tiap pagi ia bangun sendiri, subuh dia sudah menyiapkan sarapan, entah mie instan, memasak nasi, atau menggoreng telur. Begitu keseharian Gembul. Dia hidup bertiga bersama nenek dan kakeknya. Orangtuanya sudah meninggal karena kecelakaan bus 2 tahun yang lalu. Gembul yang selalu bersemangat berangkat sekolah, rajin belajar, selalu riang gembira, walaupun sudah yatim, dia tak pernah mengeluh, tak heran dia selalu mendapat juara kelas. Meninggalkan masa kanak – kanaknya untuk membantu kakeknya di bengkel truk milik kakeknya merupakan pilihan yang mulia dan hebat walau mungkin terasa sulit.

Perjuangan berlanjut dan kehidupan mengalir, Gembul berhasil masuk SMP negeri favorit di kota itu, 3 tahun bersekolah, dia dijuluki jagoan matematika. Lomba tingkat provinsi, nasional, label juara sudah melekat di belakang namanya. Gembul matik (gembul matematika). Begitu julukannya sekarang. Ceria dan selalu tertawa, itulah yang mewarnai kesehariannya.

Gembul kecil sekarang sudah remaja, masuk SMA dia makin rajin mengikuti lomba – lomba. Bahkan ia lolos mewakili olimpiade matematika internasional. Namun sayang dia gagal merebut medali. Uang sekolah dibayarkan dari uang hasil perlombaan, dan hasil memberikan les privat buat adik – adik SD dan SMP disekitar rumahnya, semua itu uang dari keringatnya sendiri.

Gembul kecil yang besar sekarang sudah benar – benar besar (dewasa). Berhasil masuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro – Semarang, membuat kakek dan neneknya takjub, bangga, sekaligus terharu, karena ia mendapat beasiswa penuh bahkan mendapat uang saku dari pemerintah Indonesia.

Singkat cerita, Gembul dewasa sudah lulus ditempuh hanya 3,5 tahun di bangku kuliah. Perusahaan lokal dan asing sudah mengincarnya. Akhirnya dia bisa lolos dan bekerja di perusahaan minyak plat merah di negeri ini. Dua kata untuk Gembul: LUAR BIASA.

Tapi, sebagai manusia seutuhnya, Gembul adalah manusia yang Gagal. Mengapa Gagal?
-Gagal bersenang-senang ketika masa kanak – kanak malah memilih mbengkel bersama kakeknya.
-Gagal mengeluh meratapi hidup ketika ditinggal kedua orangtuanya.
-Gagal menyusahkan kakek dan neneknya.
-Gagal menjadi pelajar yang biasa – biasa saja.
-Gagal membayar uang kuliah sendiri (beasiswa)
-Gagal menjadi karyawan di perusahaan kecil.

Jadi….yuk kita meniru si Gembul…. Jadilah Manusia yang GAGAL ..
hahaha

Gembul matik

Gembul matik kelas 5 SD, lagi mbengkel

*inpirasi tulisan dari foto diatas, ketika saya mendapatkan jepretan di sebuah bengkel truk di kota Purworejo, pertengahan tahun 2012.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: